Jakarta (ANTARA) – Pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, memperkenalkan Hyundai Staria Electric yang sangat kental dengan tampilan futuristik pada ajang Brussels Motor Show .
Laman resmi dari Hyundai global mengabarkan bahwa kendaraan bebas emisi ini hadir dengan tampilan seperti yang tidak banyak dimiliki oleh mobil-mobil MPV pada umumnya. Mobil ini masih tetap mempertahankan bentuk “satu lengkungan” yang membuat versi bertenaga bensinnya terkenal.
Hyundai juga menyebut bahwa tema dari kendaraan ini adalah “Inside-Out.” Kedengarannya membingungkan, tetapi artinya mereka mendesain ruang interior terlebih dahulu dan membangun bodi di sekitarnya.
Garis pinggang—tempat logam bertemu kaca pada pintu—sangat rendah, yang menciptakan jendela yang sangat besar. Hasilnya adalah visibilitas yang sangat baik bagi pengemudi dan perasaan terang dan terbuka bagi semua orang di dalam, meskipun hal itu membuat AC bekerja ekstra keras di hari yang cerah.
Untuk lebih memberikan kepercayaan kepada konsumennya nanti, Hyundai menjanjikan bahwa kendaraan ini memiliki catatan waktu yang cukup untuk mengisi daya baterai yang dimilikinya.
Baca juga: Spesifikasi dari New Creta Alpha yang dibanderol Rp455 juta
Hyundai Staria elektrik ini diklaim menggunakan sistem 800V berteknologi tinggi yang sama seperti yang ada pada Ioniq 5 dan Ioniq 6.
Jika pemilik menemukan pengisi daya DC cepat, pemilik dapat mengisi daya baterai dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit.
Mobil bertubuh besar ini, dalam catatannya hanya mengandalkan satu motor listrik yang menghasilkan daya sebesar 160 kW, setara dengan sekitar 218 tenaga kuda.
Untuk sebuah van berat yang mampu mengangkut hingga 9 orang dan barang bawaan mereka, 218 tenaga kuda bukanlah angka yang besar. Beberapa pesaing di Tiongkok membuat van listrik dengan tenaga lebih dari 500 tenaga kuda.
Hyundai Staria memang tidak lambat, tetapi tidak bisa disebut cepat. Hyundai mengklaim bahwa motor listriknya memberikan tenaga yang halus tanpa kebisingan dan getaran mesin bensin, sehingga perjalanan menjadi sangat tenang dan nyaman. Halus dan stabil tampaknya menjadi ide Hyundai.
Untuk sisi kenyamanan di bagian dalam, kendaraan ini sudah diasupi dengan dua layar besar berukuran 12,3 inci. Satu untuk indikator pengemudi, dan yang lainnya untuk peta dan musik, serta dukungan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel.
Sama seperti kendaraan elektrik mereka lainnya, kendaraan ini juga memiliki fitur unik yakni Vehicle-to-Load (V2L). Fitur ini memungkinkan Anda untuk menyalakan laptop, lampu kemah, atau bahkan mesin pembuat kopi langsung dari baterai mobil. .
Baca juga: Hyundai Creta terbaru meluncur dibanderol dengan harga Rp455 juta
Baca juga: Ini spesifikasi EV2 2026, mobil listrik terkecil dari merek Kia
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026











